Skip to main content

Mahasiswa Alih Jenjang Menjadi Pengurus UKM Kopma


Memasuki dunia kampus baru dengan lingkungan baru. Semuanya berbeda. Semuanya tak sama. Semua asing. Aku yang sudah terbiasa dengan kenyamanan. Aku yang terbiasa dikenal banyak orang. Aku yang biasa disapa. Sedikit sombong, aku memang terkenal dikampusku dulu. Hampir semua dosen Sosial Ekonomi Agribisnis Unsoed mengenalku. Sekarang, aku harus menjalani hidup baru. Hanya segelintir orang yang aku kenal bahkan hanya kurang dari 10 orang. Aku tidak ingin seperti ini terus menerus. Karena aku tidak suka sepi.
Aku mencoba menjalani hari. Tapi memang sepi. Aku butuh orang-orang yang mengertiku. Aku butuh orang yang selalu menjadi sampah ceritaku. Aku tidak suka sendiri. Aku mencoba mengenal teman-teman sekelasku dari angkatan 2018,2017 hingga 2016. Namun tetap sepi. Aku menginginkan banyak teman. Aku menginginkan banyak pengalaman yang suatu saat nanti aku ceritakan kepada keluarga dan sahabat-sahabatku di rumah. Iya, memang aku mengingikan seperti dulu. Menjadi Riany yang seperti dulu, aktif dimanapun sampai aku tidak punya waktu untuk beristirahat dengan tenang. Aku yang dulunya sangat hectic tiba-tiba tidak mempunyai kegiatan. Hanya golar-goler di kosan. Aku tidak bisa seperti itu.
Aku mencoba produktif kembali. Mengikuti PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) walaupun masih tingkat universitas. Namun tetap sama, sepi. Sampai suatu hari di bulan September akhir, aku tertarik mengikuti organisasi kembali. Kakiku mengantarku ke sebuah sekretariat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) KOPMA LEBAH. Memang nama yang terdengar aneh bagi sebuah UKM. Walaupun begitu,ternyata terdapat makna mendalam KOPMA LEBAH yaitu Koperasi Mahasiswa Lurus Etis Bersih Amaliyah Hasanah.
Awalnya aku memilih KOPMA LEBAH karena suatu hari nanti aku akan menjadi penguasaha entah sebagai pekerjaan utama atau sampingan. Aku ingin memperoleh praktek kewirausahaan. Ilmu kewirausahaan tentunya aku sudah mendapatnya sejak 3 tahun lalu dan mungkin sampai lulus nanti tetap ada ilmu tersebut. Maklum aku kuliah di agribisnis yang hampir semua mata kuliahnya membahas bisnis dan kewirausahaan.
Pertama kali aku memasuki sekretariat kopma, aku merasa nyaman. Entah mengapa seperti ada sesuatu disana yang mengharapkan aku untuk tinggal. Aku merasa menemukan tempat seperti tempat lamaku dulu. Apalagi saat pertama kali mendengar jargon kopma. Bravo kopma! Bravo!. Tangan dikepalkan , diangkat ke atas, dengan semangat membara. Aku terkejut. Sama persis dengan gerakan jargon organisasiku dulu. Bahkan sampai sekarang setelah mengucap jargon kopma aku tetap mengucap jargon UKT dalam hati. Salam tani! Salam! Iya, memang aku tidak pernah move on dengan mudah. Apalagi jika terlalu banyak kenangan yang tercipta.
Pertama kali mengikuti kegiatan kopma yaitu diksar atau pendidikan dasar. Tuh kan, bahkan nama prokernya sama dengan UKT. Duh, makin tidak bisa move on. Beruntung, muka polosku berhasil membuat pengurus kopma dan teman-teman lainnya mengira aku sebagai mahasiswa baru saat diksar. Bahkan aku pernah dipanggil “dek”. Aku sih malah seneng, berasa awet muda, setelah itu, aku mengikuti kepanitiaan dikmen atau pendidikan menengah kopma. Saat rapat kepanitiaan,  barulah ketahuan bahwa aku bukan maba asli. Ya iyalah, cara berbicaraku saja bukan seperti maba. Walaupun muka bisa membohongi, tapi pikiran dan hati tidak. Jika ada yang tidak sesuai kata hatiku, aku berpendapat atau menyanggah pendapat panitia lain. Sudah jelas terlihat aku bukan maba biasa. Lama-kelamaan ketika aku yakin bahwa teman-teman kopma menerimaku, barulah aku terbuka. Aku memang bukan maba. Aku mahasiswa alih jenjang. Awalnya mereka bingung sekaligus kaget. Aku bahkan harus menjelas berulang kali. Namun mereka menerima aku apa adanya. Mereka tidak menjauhiku. Mereka menghormatiku sebagai kakak tingkat. Inilah yang aku suka, toleransi teman-teman kopma sangat tinggi meneurutku terhadap perbedaan.
Pelan namun pasti, aku merasa menjadi bagian dari kopma. Aku merasa diakui. Aku merasa ada orang-orang yang peduli dan menerimaku. Sejak saat itu, aku bertekad melakukan yang terbaik untuk kopma. Salah satunya menjadi pengurus kopma lebah. Aku bercerita kepada ketum kopma sebelumnya Mba Saelin bahwa aku ingin menjadi pengurus kopma. Setelah screening singkat dan mengobrol dengan ketua terpilih yaitu Denis, Alhamdulillah aku terpilih menjadi pengurus kopma lebah di bidang PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota). Aku harus mengubah mindset anggota kopma agar mereka tetap loyal kepada kopma. Aku ingin kopma menjadi organisasi yang mengayomi anggotanya. Menjawab semua kebutuhan anggota terutama kebutuhan softskill. Aku ingin kopma berada di hati anggota dan pengurusnya. Berbekal pengalaman organisasi dulu, semoga aku bisa mewujudkan mimpi-mimpi kopma untuk anggotanya.
Pelantikan Pengurus Kopma LEBAH 2019/2020 pada 5 April 2019

Pelantikan Pengawas kopma lebah 2019/2020

Koordinasi dengan Pembina kopma lebah




Comments

Popular posts from this blog

Bisakah Melanjutkan Studi dari D3 ke S1? Tentu bisa, pilih UMP saja

Lulusan D3 (Diploma III) biasanya memperoleh ilmu berupa pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Seharusnya studi lanjut untuk D3 (Diploma III) memang melalui program sarjana terapan yaitu D4 (Diploma IV). Namun tidak banyak universitas yang membuka program tersebut. Universitas yang membuka program   D4 biasanya universitas yang memiliki sekolah vokasi seperti UGM, UI, ITB, UB dan IPB. Selain universitas tersebut, banyak universitas yang tidak menerima lanjut studi. Mungkin, universitas-universitas menganggap bahwa D3 yang landasannya praktek tidak layak untuk menerima banyak teori. Sehingga akan sulit bagi lulusan D3 untuk mengikuti perkuliahan S1 Motivasi untuk melanjutkan studi dari D3 ke S1 sangat beragam. Ada yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2 atau S3, ingin lebih terbuka pemikirannya, ingin mem...

Change

Every people change, me too. Bad things, bad experience made me change. It's make me understand life is too hard. Life is never flat like floor. Life is about clinbing, climbing hard mountain. Life is about how you can survive in the ocean. I hope I can do it. Menjalani hidup yg tidak sesuai keinginan bukan berarti melupakan mimpi. My dream will come true.

Perasaan Ini

Aku.... Iya aku..... Hai, apa kabar lama tidak bertemu dengan dirimu yang sebenarnya........... Ini adalah surat untuk diriku sendiri....... kamu, iya kamu..... umurmu sudah hampir kepala dua..... dewasa menjadi sebuah keharusan yang kamu miliki kamu harus menjadi wanita kuat seperti ibumu menjadi pekerja keras seperti ayahmu menjadi orang yang tulus seperti kakekmu menjadi orang yang penuh pikiran yang matang seperti nenekmu....... kamu iya kamu.... apalagi yang kamu inginkan didunia semua sudah menjadi milikmu orang tua yang hebat nenek kakek yang sangat sayang padamu adik yang selalu menjadi teman sekaligus musuhmu sahabat sahabat yang selalu ada untukmu apalagi nikmat yang kamu ingkari........... kamu,,,,,,, iya kamu, tetaplah bermimpi seperti anak kecil yang dengan polosnya ingin menggapai bintang tetaplah berpikir seperti wanita dewasa yang daapt melakukan semuanya sendiri menjadi mandiri tidak tergantung orang lain menjadi pelindung untuk adikmu menjad...